FPII Touna Minta Usut Penyebab Kebakaran Hutan

oleh -48 views

TOJO UNAUNA–Peristiwa kebakaran dikawasan hutan Kabupaten Tojo Unauna (Touna) Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa pekan lalu (15/9)… masih meninggalkan derita dan keprihatinan dikalangan masyarakat setempat.
Pasalnya sampai saat ini, belum ada tindak lanjut dari pihak terkait termasuk dari pemerintah daerah setempat.

Menanggapi hal itu, Ketua Korwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Kabupaten Touna Darmasita S.Gala mengatakan, sesuai AD/ART FPII, salah satu tujuan organisasi FPII adalah menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, karenanya terkait keluhan sejumlah warga masyarakat petani yang menjadi korban terdampak kebakaran ratusan hektar hutan di wilayah kecamatan Tojo dan Tojo Barat Kabupaten Touna.

FPII Touna berpandangan dibutuhkan langkah responsif pemerintah daerah setempat, terkait upaya ganti rugi atau kebijakan rekonstruksi terhadap kawasan perkebunan rakyat yang ikut terdampak kebakaran hutan.

“Disamping tentunya, kami berharap sikap tegas pihak berwenang, untuk segera menangkap oknum yang terduga sebagai pelaku pembakaran, ” tegas Darmasita saat ditemui dikediamannya dikota Ampana Kabupaten Tojo Unauna, selasa (24/9).

Dikatakan, pihaknya mengecam keras terhadap terduga pelaku pembakaran hutan tersebut, karena telah menimbulkan kerugian terhadap masyarakat petani setempat, karena ikut terbakarnya sejumlah kawasan perkebunan warga.

Darmasita mengungkap, khusus di Desa Banano, kawasan hutan yang terbakar mencapai sekitar 60 ha. “diantaranya ada sekitar 5 ha kawasan perkebunan yang diproyeksikan sebagai lahan binaaan FPII Touna sebahagian juga ikut terbakar,” tandasnya, seraya menambahkan sampai saat ini belum diketahui pasti kerugian warga petani setempat.

Selain penegasan terkait penegakam hukum terduga pelaku pembakaran hutan, Darmasita S.Gala mengharapkan adanya perhatian serius Pemerintah setempat, terutama pada instansi yang terkait, untuk meninjau langsung sejumlah kawasan terdampak kebakaran agar dapat dilakukan iventarisir kerugian masyarakat petani.

Release: FPII Korwil Touna