Polisi Ringkus ,Pencuri Alat Deteksi Gempa Sesar Palu Koro

oleh -297 views

Sigi, tvsigi. com – Aparat Polres Sigi menangkap dua pelaku pencurian alat pendeteksi gempa Sesar Palu Koro milik BMKG Stasiun Geofisika Palu, di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dua orang yang ditangkap dengan barang bukti yang bernilai Rp700 juta itu adalah Sofan alias Opan (43) dan Angger Putra alias AP (14), yang masih berstatus pelajar.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yakni, 1 Unit Sensor Broadband Merek Nanometics Warna Hijau Silver,
3 Buah Baterai Merek HAZE Warna Abu-abu, 1 Buah Solar Panel Merk BP SOLAR BP 38OJ dan 1 Unit Solar Regulator warna Silver.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri dalam jumpa pers, Senin (29/7/2019) mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya Laporan Polisi dari Bambang Haryono, bahwa diduga telah terjadi pencurian alat pendeteksi gempa milik BMKG.

Menurut Kapolres, pelaku utama ada tiga orang salah satunya AP, yang ditangkap di sekolahnya dan mengaku barang milik BMKG itu akan dijual untuk bermain di warnet dan menggunakan sabu-sabu.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka AP, diperoleh nama tersangka lain yang ikut serta melakukan pencurian yakni Setya dan Ahmad yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

“Barang itu dijual dengan harga yang sangat murah. Dari hasil pemeriksaan, empat orang terlibat pencurian tersebut. Dua orang kami tangkap dan dua orang lainnya masih DPO,” terang Wawan Sumantri di Mapolres Sigi.

Dalam pengakuannya kata Kapolres, AP yang masih berstatus pelajar itu ikut mencuri bersama teman-temannya karena ingin mendapat uang, yang akan digunakan untuk jajan, bermain ke warnet dan bersenang-senang.

AP juga mengaku tidak tahu bahwa barang yang dicurinya tersebut adalah alat pendeteksi gempa sesar Palu Koro.

“Saya tidak tahu itu alat pendeteksi gempa, karena dipasang di bangunan yang ada di pegunungan,” katanya saat ditanya wartawan.

Sedangkan Sofan alias Opan dalam kasus ini bertindak sebagai penadah barang curian. Opan juga mengaku tidak mengetahui alat yang dibelinya dari pelaku Rp480 ribu itu adalah milik BMKG.

“AP mengaku butuh uang untuk beli makanan dan mengakui barang tersebut adalah sisa-sisa dari tsunami dan likuifaksi,” katanya.

Para pelaku pencurian akan dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke – 4e dan 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Sedangkan untuk penadah barang hasil curian milik BMKG ini akan dikenakan Pasal 480 Ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman 4 Tahun Penjara,” tegas Kapolres.

Terkait dengan kasus ini, Kapolres menghimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi, mengontrol pergaulan anak-anaknya agar terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat lebih waspada pada saat membeli barang-barang, baik dalam bentuk penawaran langsung maupun penawaran melalui media sosial,” katanya.

Lokasi alat pendeteksi gempa Sesar Palu Koro yang dicuri pelaku, di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. 

Diberitakan sebelumnya, peralatan pendeteksi gempa milik BMKG yang dicuri para pelaku itu merupakan salah satu dari empat perangkat yang terpasang dan saling terhubung, untuk memberikan informasi akurat mengenai aktivitas kegempaan sesar Palu Koro. [***]